Komunitas Gerobak Buku Ciptakan Buku Cerita Anak Bergambar Berbasis Kearifan Lokal: Diharap Mampu Menanamkan Budi Pekerti dan Norma Sosial

Facebook
Twitter
LinkedIn

Berawal dari kegelisahan akan kurangnya buku bacaan anak bergambar di Kabupaten Berau, Komunitas Penggerak Literasi Gerobak Buku Berau memberikan wadah berkreasi bagi penulis dan ilustrator membuat buku cerita anak bergambar, berbasis kearifan lokal Berau.

LOKAKARYA Penulisan Buku Cerita Anak Bergambar itu diikuti sebanyak 55 penulis dan ilustrator, menyatukan ide dan gagasan yang dimiliki.

Penggerak Gerobak Buku Berau, Risna Herjayanti, menuturkan, dirinya belum pernah menemukan cerita anak bergambar yang mengangkat tema spesifik terkait dengan Berau.

Berawal dari sana, timbul keinginan Komunitas Gerobak Buku untuk mempertemukan para generasi muda yang memiliki bakat menulis dan menggambar untuk menciptakan sebuah karya bertema “Khazanah Berau”.

Tujuannya, untuk menanamkan budi pekerti dan norma-norma sosial bagi para pembacanya. Dimana target pembaca adalah anak-anak dengan rentang usia 5-11 tahun.

“Dengan menyasar anak-anak kalangan TK dan SD, tentunya nilai positif dari buku cerita bergambar akan lebih membekas. Terlebih temanya adalah kearifan lokal,” ucapnya.

Pihaknya menggandeng ilustrator lokal yang tergabung dalam Komunitas Ruang Perupa, sebuah komunitas ruang temu penggiat dan penggemar seni rupa di Kabupaten Berau. Dua orang di antaranya merupakan pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tanjung Redeb.

“Tantangannya memang pada ilustrasi, karena membutuhkan waktu yang lama. Tapi dalam satu buku bisa digarap oleh beberapa ilustrator,” ucapnya.

Adapun fokus buku merujuk pada karakter anak dengan kesadaran dan kepedulian terhadap pengetahuan dan keterampilan lokal Berau. Mulai dari sanitasi dan kesehatan lingkungan, arsitektur tradisional, anti korupsi, kemaritiman, dan sebagainya.

Buku cerita itu juga digolongkan dalam tiga kategori, yakni B1 untuk anak usia 5-7 tahun, B2 usia 7-9, dan B3 untuk usia 9-11 tahun. Sehingga, targetnya akan ada 15 judul buku cerita anak bergambar yang dihasilkan.

“Sebenarnya penulis dan ilustrator di Berau ini banyak, hanya saja wadahnya kurang. Maka dari itu, kami ingin mengajak untuk menyalakan kembali literasi di Berau,” tuturnya.

Lokakarya ini katanya, telah dimulai sejak pertengahan September lalu, hingga penyelarasan buku pada Desember mendatang. Rencananya, buku cerita anak bergambar itu akan dicetak dan dilaunching tahun depan.

Dalam hal ini, Komunitas Gerobak Buku juga bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dispusip, mereka siap membantu menerbitkan bukunya. Pun bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Berau untuk membantu menyalurkan bukunya di sekolah,” sebutnya.

Risna menambahkan, lokakarya penulisan buku ini juga merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra (Badan Bahasa).

“Kami telah mengajukan proposal, bahkan sempat melakukan presentasi langsung di Jakarta. Alhamdulillah proposal kami disetujui,” ungkapnya.

“Lewat buku cerita anak bergambar ini, diharapkan benar-benar bisa menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai positif kepada anak-anak di Berau,” harapnya.

Salah seorang peserta lokakarya, Riska, mengaku sangat tertarik untuk membuat buku cerita anak bergambar. Apalagi mengangkat tema kearifan lokal, menurutnya hal itu turut membantu melestarikan kebudayaan di Kabupaten Berau.

“Dengan dituangkan dalam buku cerita anak bergambar, visualisasinya jelas lebih menarik. Sehingga, diharapkan nilai-nilai yang terdapat dalam buku, dapat membekas pada memori anak-anak yang membacanya,” ungkapnya.

sumber : beraupost.jawapos.com

  • 16/10/2024

Komunitas Gerobak Buku Ciptakan Buku Cerita Anak Bergambar Berbasis Kearifan Lokal: Diharap Mampu Menanamkan Budi Pekerti dan Norma Sosial

Berawal dari kegelisahan akan kurangnya buku bacaan anak bergambar di Kabupaten Berau, Komunitas Penggerak Literasi Gerobak Buku Berau memberikan wadah berkreasi bagi penulis dan ilustrator membuat buku cerita anak bergambar, berbasis kearifan lokal Berau....

Read More
  • 14/10/2024

Perkaya Tulisan Tentang Cagar Budaya Berau dengan “Treasure Hand Stenkolen”

WORKSHOP : Kegiatan jelajah cagar budaya peserta Workshop Jurnalistik dan Fotografi di Stenkolen Teluk Bayur, Kabupaten Berau. (foto: dok bt) Reporter : ⁠Dini Diva Aprilia Editor : Suriansyah TANJUNG REDEB – Salah...

Read More
  • 12/10/2024

Puluhan Peserta dari Belasan Sekolah Ikut Workshop Jurnalistik dan Fotografi

Reporter : ⁠Dini Diva Aprilia |Editor : SuriansyahTANJUNG REDEB – Puluhan peserta dari belasan sekolah di Kabupaten Berau mengikuti ‘Workshop Jurnalistik dan Fotografi. Tercatat ada 44 peserta dari 11...

Read More